Routing Protocol RIP (Routing Information Protocol) versi 2 Pada Windows Server 2008 (Step by Step)
Routing Overview
Routing terbagi atas tiga macam:
- Static route. Pada Static route, entri-entri pada routing table diisikan secara manual. Jika menggunakan router pc yang running Windows, perintahnya adalah:
route add
mask
Static route hanya dipakai untuk jaringan kecil, penggunaan static route memiliki kelebihan di antaranya tidak mengkonsumsi resource cpu router (karena keputusan routing hanyalah berlandaskan pada isi dari routing table), tidak memerlukan bandwidth jaringan yang besar, mengingat router tidak mengirimkan paket broadcast/multicast ke router tetangganya. Hanya saja karena pengisian entri routing tablenya dilakukan manual, rawan akan human-error pada saat mengetikkan entri-entrinya.
- Dynamic route. Pada dynamic route, entri-entri pada routing table di router dibangun sendiri oleh router-router yang berpartisipasi dalam network tertentu yang menggunakan routing protocol yang sama. Cara ini dipakai jika jaringan kita lumayan memiliki banyak subnetwork, dimana jika digunakan cara static route tidak efisien bagi administrator jaringan dalam melakukan konfigurasi dan maintenance router.
- Default route. Default route ini pada dasarnya merupakan static route yang memiliki alamat unik, yaitu alamat yang mewakili seluruh jaringan. Secara umum alamat ini adalah 0.0.0.0 dengan subnet mask 255.255.255.255.
Routing Protocol adalah protocol yang digunakan dalam dynamic routing. Secara umum, dynamic routing protocol terbagi atas tiga kategori:
- Distance Vector. Distance vector berarti bahwa routing protocol ini dalam menetapkan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop saja (hop count) untuk me-route paket data dari satu alamat network ke alamat network tujuan. Routing protocol ini tidak bisa menganalisis bandwidth. Yang tergolong kategori ini antara lain RIPv1, RIPv2, dan IGRP (Interior Gateway Routing Protocol). Secara umum, yang tergolong dalam kategori ini adalah routing protocol klasik.
- Link-state. Link-state merupakan routing protocol yang lebih modern dibanding distance vector. Routing protocol ini selain melibatkan hop count juga melibatkan kapasitas bandwidth jaringan, serta parameter-parameter lain dalam menentukan the best path-nya dalam aktivitas routing. Contohnya adalah Open Shortest Path First (OSPF).
- Hybrid. Kategori ini hadir setelah Cisco System membuat routing protocol EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) yang merupakan pengembangan dari IGRP klasik yang bersifat open standar. EIGRP cisco ini bersifat proprietary, hanya akan berfungsi optimal jika seluruh device router yang digunakan bermerk cisco. Kategori ini diklaim memiliki kelebihan yang ada baik pada Distance Vector dan juga Link-State.
Batasan kajian pada artikel ini hanyalah pada dynamic route saja, itupun hanya membahas Routing Information Protocol (RIP) saja.
Routing Protocol RIP Overview
RIP merupakan distance vector routing protocol dengan karakteristik sebagai berikut:
- Menggunakan Protocol UDP port 520.
- Classless protocol (support for CIDR). Info ttg CIDR bisa dilihat di sini
- Supports VLSMs.
- Metric merupakan router hop count.
- Maximum hop count adalah 15; infinite (unreachable) routes memiliki metric of 16.
- Periodic route updates sent every 30 seconds to multicast address 224.0.0.9.
- 25 routes per RIP message (24 if you use authentication).
- Supports authentication.
- Implements split horizon with poison reverse.
- Implements triggered updates.
- Subnet mask included in route entry.
- Administrative distance for RIPv2 is 120.
- Used in small, flat networks or at the edge of larger networks.
Router -router pada jaringan RIP membangun routing tablenya berdasarkan pertukaran informasi melalui pengiriman paket update pada tiap selang waktu tertentu (periodic update). Hasil dari pertukaran informasi ini oleh tiap-tiap router dilakukan kalkulasi untuk menetapkan jalur terbaik (the best path) dari suatu alamat network yang mengirimkan paket data ke network tujuan.
Definisi beberapa terminologi penting:
- Periodic Update : selang waktu paket update yang dikirim secara broadcast oleh suatu router ke router tetangganya.
- Default Invalid Timer: lamanya waktu sejak suatu router tidak pernah mengirimkan paket update hingga dinyatakan invalid dalam routing table di router tetangganya. Namun informasinya belum dihapus.
- Holddown Timer : Adalah lamanya waktu dimana informasi yang invalid masih disimpan oleh suatu router hingga suatu router dinyatakan valid kembali.
- Flush Timer : Waktu yang diperlukan ketika suatu router menghapus informasi tentang router tetangganya dari routing tablenya sejak dinyatakan invalid.
RIPv2 timers sama dengan RIP V1, mengirimkan periodic updates tiap 30 detik. Default invalid timernya 180 detik (=6 kali periodic update), holddown timernya 180 seconds , dan flush timernya 240 detik (= 8 kali periodic update). Pada gambar berikut, contoh hasil konfigurasi RIPv2, pada tab Advanced, Periodic announcement interval (seconds): sama dengan periodic update. Time before routes expire (seconds): sama dengan Default invalid timers, Time before route is removed (seconds): sama dengan Flush timer.
Batasan Kajian
Kajian ini hanya dibatasi oleh bagaimana membangun router PC dengan network seperti gambar berikut ini, dengan menggunakan dynamic route dan routing protocolnya adalah RIPv2. Hal-hal yang dibahas juga sebatas step-by-step untuk router B. Pada Router B, bentuknya adalah komputer yang running Windows Server 2008 standard edition, berbentuk stand-alone pc, dilengkapi dua kartu jaringan. Dengan mengkonfigurasi PC ini menjadi router PC, diharapkan dapat menghubungkan dua alamat network yang berbeda. Jika kita melengkapi seluruh konfigurasinya, kita tinggal menambah dua PC lagi yang menjadi router A dan router C dengan langkah-langkah konfigurasi yang mirip dengan router B.
Pada gambar di atas, terdapat tiga router PC, dengan dua alamat network yang berbeda.
Step-by-step mengkonfigurasi Router RIPv2 pada Windows Server 2008
Setelah logon sebagai Administrator, kita bisa memulai langkah-langkah berikut.
Menambahkan role Network Policy and Access Services, beri tanda cek dan klik Next.
Kemudian muncul dialog berikut, klik Next.
Akan tampil berikutnya dialog berikut, pilih Routing
Kemudian tampil dialog berikut, klik Add Required Role Services
Ketika kita klik, maka tampilan menjadi seperti berikut, klik Next
Dan setelah berikut ini, klik Install
Tahapan dimana roles, role services or features dalam proses instalasi.
Tahapa akhir instalasi tersebut seperti gambar berikut. Klik Close.
Kita bisa perhatikan hasilnya berikut ini.
Tidak seperti pendahulunya Windows Server 2003 dimana snap-in untuk Routing and Remote Access tersedia pada Administrative Tools, pada Windows Server 2008 kita perlu akses snap-in ini menggunakan konsol MMC. Kita ketikkan mmc pada menu Run seperti gambar di bawah ini.
Lalu pada menu File pada window Console1 (lihat gambar berikut), pilih Add or Remove Snap-ins.
Pada dialog Add or Remove Snap-ins, pilih Routing and Remote Access, lalu klik tombol Add.
Hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.
Pada gambar di atas, pada bagian Description, kita membaca fungsi dari service yang diaktifkan tersebut.
Setelah kita klik OK, dan saat kita klik pada "Routing And Remote Access" di bawah Console Root, pada tampilan Welcome to Routing and Remote Access, kita bisa melihat beberapa penggunaan service Routing And Remote Access, antara lain :
- Membentuk koneksi yang aman (secure connection) antara dua private network
- Membuat Virtual Private Network (VPN) gateway
- Membuat Dial Up Remote Access Server
- Mengkonfigurasi Network Address Translation (NAT)
- Membuat LAN Routing
- Membentuk Basic Firewall
Klik kanan pada Server Status, pilih Add Server
Lalu kita bisa menentukan server mana yang akan kita konfigurasi, seperti pada gambar berikut, kita klik This computer:
Lalu akan muncul hasilnya seperti gambar di bawah ini. Secara default, selesai kita tambahkan servernya, statusnya masih belum aktif, terlihat pada status tanda panah merah ke bawah.
Klik-kanan pada nama server, pilih Configure and Enable Routing and Remote Access
Sesaat kemudian akan tampil dialog wizard Routing and Remote Access Server Setup Wizard, seperti gambar berikut ini, lalu klik Next:
Karena kita ingin memfungsikan PC kita sebagai router, dilihat pada tampilan di bawah ini pilihan untuk routing tidak tersedia. Kita pilih Custom configuration, kemudian klik Next.
Lalu muncul dialog pilihan berikut. Kita bisa melihat pada bagian pilihan terdapat LAN routing. Beri tanda cek pada pilihan ini. Lalu klik Next.
Klik Start Service
Tahapan akhir konfigurasi seperti gambar berikut. Kita klik Finish.
Klik kanan General di bawah IPv4, pilih New Routing Protocol... seperti pada gambar berikut.
Selanjutnya, pilih RIP version 2 for Internet Protocol, lalu klik OK.
Klik-kanan pada RIP, lalu pilih New Interface.
Kita lihat, bahwa kita bisa mengaktifkan satu atau semua interface dari router PC kita dengan memilih Local Area Connection mana yang kita inginkan. Pada konfigurasi yang ini, penulis menggunakan nama default interface yaitu Local Area Connection. Pada konfigurasi yang ideal, sebaiknya kita rename nama ini menjadi nama yang lebih informatif, misalkan dengan nama 192.168.168.0 untuk mengidentifikasi interface yang terhubung langsung dengan network 192.168.168.0. Karena pada posisi router B (lihat kembali gambar sebelumnya) berada di tengah, artinya kedua interfacenya harus menggunakan RIP v2.
Dan jika kita cek routing tablenya, seperti pada gambar berikut:
Hal-hal yang tidak dibahas: Konfigurasi komputer untuk posisi Router A dan C, karena langkah-langkahnya mirip. Yang berbeda hanyalah alamat interface dan jumlah alamat interface router yang diaktifkan routing protocol RIPnya (router A dan C masing-masing hanya satu interface).
Strategi Merancang Sekuriti Jaringan Komputer Anda
Strategi dalam sekuriti jaringan komputer bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengamankan sistem jaringan komputer pada titik-titik yang tepat sehingga lebih efisien. Bila tanpa strategi yang tepat, hasil implementasi strategi tersebut tidak akan menghasilkan tingkat sekuriti yang tinggi disamping terbuangnya sumber daya yang ada akibat tidak tepatnya penempatan dalam jaringan komputer. Dengan strategi tepat, sumber daya yang minimum dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan.
Dalam tulisan ini, kita akan mencoba melihat strategi-strategi dasar dalam merancang sekuriti jaringan komputer. Strategi dasar ini bisa dijadikan basis untuk penerapan hingga pengembangan sekuriti sistem.
- Hak Akses
Kerugian yang ada pada strategi hak akses ini adalah keterbatasan akses yang dimiliki user sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada saat user sedang menjalankan tugasnya. Penyelesaian masalah ini bergantung kepada dua hal yaitu segi perangkat dan segi administrator jaringan dan keduanya saling terikat. Seorang administrator jaringan harus pandai-pandai menyiasati rancangan hak akses yang akan diberikan kepada user agar kebutuhan user dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan tingkat sekuriti. Bila perangkat yang dijalankan memiliki keluwesan dalam hal setting, hal ini akan memudahkan tugas administrator. Bila tidak, administrator harus memutar otak untuk menyiasatinya. Bila usaha tersebut telah maksimal dan hasilnya tetap tidak seperti yang diharapkan, ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu mengganti perangkat atau memberikan pengertian kepada user akan keterbatasan yang ada (biasanya pilihan kedua sulit dilaksanakan J ). Mengapa kebutuhan user menjadi begitu penting? Kebutuhan user yang tidak terpenuhi akan dapat menimbulkan efek-efek yang kadangkala sulit diprediksi. Ia mungkin dapat berubah dari user biasa menjadi “musuh dalam selimut”.
- Lapisan Sekuriti
Lapisan sekuriti adalah seberapa banyak mekanisme sekuriti yang akan digunakan dan tingkatannya. Hal ini juga menjadi pemikiran di bidang sekuriti secara umum. Kita tidak bisa mempertaruhkan seluruh sekuriti jaringan komputer pada satu mekanisme sekuriti saja. Bila satu mekanisme itu gagal melindungi sistem, habislah semua. Oleh karena itu, mekanisme sekuriti harus dibuat lebih dari satu mekanisme. Selain itu, mekanisme-mekanisme tersebut dipasang secara bertingkat/berlapis. Mekanisme sekuriti dapat berupa network security, host/server security, dan human security. Di antara mekanisme tersebut, dapat pula dikombinasikan sesuai dengan keperluan.
Dalam jaringan komputer, network security dapat dibangun dengan beberapa lapisan. Sebagai contoh, kita bisa membangun firewall dengan dua sub-mekanisme yaitu packet filtering dan proxy system. Mekanisme packet filtering pun dapat dipilah-pilah lagi menjadi beberapa bagian, seperti filtering berdasarkan layanan dan protokol. Setelah lapisan pertama di atas, kita dapat pula membangun lapisan mekanisme selanjutnya. Contohnya, kita bisa menerapkan mekanisme autentifikasi pada setiap paket yang diterima.
Saat kita memberikan layanan baik ke dalam maupun ke luar jaringan, host/server yang memberikan layanan menjadi titik penting dalam sekuriti jaringan komputer. Pada host security, komponen pada host/server tersebut terutama perangkat lunak perlu dikonfigurasi dengan hati-hati. Layanan Internet seperti SMTP, NFS, Web Service, FTP, dlsb. hanya boleh memberikan layanan sesuai dengan yang direncanakan. Segi-segi (features) yang tidak utama tidak usah ditampilkan. Sebelum kita tahu pasti tingkat keamanan dari sebuah segi dalam software, sebaiknya tidak kita gunakan. Jika kita terpaksa menggunakan segi tersebut, kita dapat melakukan monitoring yang intensif terhadap segi tersebut.
Human security menyangkut user dan administrator jaringan itu sendiri. Kita dapat memberikan pengarahan tentang sekuriti kepada user dan menanamkan sikap hati-hati ke dalam diri setiap user. Ada baiknya pula bila user-user juga ikut berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan sekuriti jaringan komputer karena mereka juga bagian dari sistem itu sendiri. Dengan begitu, akan tumbuh rasa memiliki di dalam diri setiap user. Para administrator pun seharusnya lebih berhati-hati dalam bertugas sebab di tangan mereka sekuriti jaringan komputer diletakkan.
- Satu Jalur Masuk
Inti dari strategi ini adalah pengawasan terpusat. Kita bisa mencurahkan sebagian besar daya pengawasan ke titik tersebut sehingga penyusup akan kesulitan menembus jalur tersebut. Tentunya strategi ini akan gagal apabila kita memiliki jalur masuk lain. Jika kita ingin menerapkan strategi ini sepenuhnya, usahakan tidak ada jalur masuk lain selain yang akan kita awasi ketat.
Kelemahan strategi ini adalah bila jalur masuk tersebut berhasil ditembus oleh para penyusup, ia akan langsung mengobrak-abrik jaringan komputer kita. Resiko ini dapat dikurangi dengan membuat pertahanan jalur menjadi berlapis-lapis sehingga memaksa para penyusup untuk menghentikan aksinya.
- Enkripsi Data dan Digital Signature
- Stub Sub-Network
- Cari Titik Lemah
- Dua Sikap Umum
- Keanekaragaman
Itulah beberapa strategi dasar yang biasa digunakan dalam sekuriti jaringan komputer. Dari strategi-strategi di atas, para administrator dapat mengkombinasikan strategi-strategi tersebut sehingga memenuhi kriteria yang ditetapkan. Kebijaksanaan tentang sekuriti yang berlaku pada sistem juga bisa ditetapkan dari strategi-strategi yang telah dipilih.
Dalam pengkajian dan penerapannya, sebaiknya kita tidak percaya sepenuhnya terhadap strategi dan mekanisme yang kita buat. Intinya, kita harus selalu melakukan evaluasi terhadap sekuriti sistem yang kita buat atau kelola. Seiring dengan berkembangnya teknik-teknik penyusupan dan belum ditemukannya kelemahan-kelemahan dalam sekuriti sistem yang telah ada, kita harus selalu dalam keadaan siap dan waspada menghadapi aksi-aksi di luar dugaan.
Pada akhirnya, salah satu tujuan utama yang perlu diingat dari strategi-strategi di atas adalah membuat para penyusup (hacker, cracker, phreaker, dlsb) “berpikir seribu kali” sebelum menjalankan aksi mereka terhadap sistem jaringan komputer kita. Apabila mereka tetap nekat mencoba, kita hadapkan mereka kepada rintangan dan hambatan yang memerlukan daya upaya yang sangat besar untuk menembus sistem kita sampai mereka menghentikan aksinya.
Tips Menghalau Pembobolan Rekening
Meski demikian, untuk terhindar dari tindak kriminal ini juga diperlukan peran aktif nasabah. Simak 6 kiat untuk menghalau aksi pembobolan rekening ini menurut M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII):
1. Gunakan hanya kartu chip, kalau bank Anda belum memberikan kartu chip, Anda harus minta ganti dan jangan menggunakan untuk transaksi sebelum diganti. Aturan Bank Indonesia (BI) yang baru, sejak Januari 2010 kartu yang resmi dan boleh digunakan hanya kartu jenis chip.
"Cuma saya belum konfirmasi apakah aturan ini untuk kartu kredit saja atau juga untuk kartu atm? Seharusnya semua kartu yang diterbitkan perbankan. kalau di luar negeri, mesin ATM sudah tidak mau menerima kartu non-chip," papar Didin, panggilannya.
2. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda. Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, cellotape apa saja yang tidak transparan
3. Ubah PIN Anda sesering mungkin. Parameternya sederhana, ketika Anda cukur rambut, ganti kaos kaki (karena mulai bau), atau ganti sikat gigi (karena sudah mulai kusut) atau setiap kali cek angin ban kendaraan, itulah saatnya mengganti PIN kartu ATM Anda. Misalnya di pom bensin, biasanya sekarang ada mesin ATM, Anda bisa mengganti PIN ketika sedang transaksi pembelian BBM.
"Itu serius, musuh utama masalah keamanan adalah behaviour manusia itu sendiri, kebiasaan, kelakuan, sebagian besar pembobolan terjadi akibat dari eksploitasi terhadap kelemahan sosial, makanya disebut social engineering," tukasnya.
4. Jangan pernah memberikan informasi pin dan data pribadi yang biasa digunakan untuk otorisasi perbankan kepada siapapun dengan alasan apapun termasuk pada customer service bank, seperti misalnya nama gadis ibu kandung dan lainnya. Kecuali memang yakin bahwa itu prosedur yang harus dilalui. Sebab sekarang banyak sekali pihak ketiga (misalnya perusahaan asuransi) dengan alasan kerja sama dengan pihak bank penerbit kartu, menawarkan produknya secara telemarketing dan Anda diminta memberikan informasi pribadi ini.
"Sialnya apabila ternyata itu bukan dari telemarketing tetapi dari sindikat pelaku fraud, Anda tidak pernah tahu dan tidak bisa melakukan kros cek dalam situasi ini," lanjut Didin.
5. Berhati-hati apabila menerima tawaran dari telemarketing seperti itu, karena biasanya persetujuan yang anda berikan akan diterjemahkan sebagai kesediaan untuk melakukan auto ebet terhadap account anda. Ini berbahaya, lebih baik bila kurang yakin, Anda meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada bank penerbit apakah benar pihak bank punya kerjasama dengan pihak telemarketing tersebut dan bagaimana aturan main serta risikonya.
"Atau sekalian saja Anda selalu menolak tawaran itu atau cukup tahu nama produk dan siapa penyelenggaranya selanjutnya sebenarnya Anda sendiri bila tertarik bisa insiatif jadi yang balik menghubungi penyelenggara jasa itu dan meminta untuk dilayani. Cara ini lebih aman, walau membutuhkan partisipasi aktif Anda," kata Didin.
6. Awasi terus keberadaan kartu Anda ketika berada di counter merchant, jangan biarkan kartu itu dibawa kemana-mana dan digesek ke mesin yang berbeda berkali-kali. Lebih baik Anda membatalkan transaksi dan tidak usah menandatangani apapun dan laporkan ke bank penerbit apabila curiga dengan kondisi di suatu counter merchant.
Awasi juga kondisi mesin EDC, apakah nampak ada perangkat tambahan atau sambungan kabel tambahan yang mencurigakan. Tapi ini perlu pemahaman teknis, pengguna awam biasanya tentu akan sulit membedakan.
Kita mesti ingat, begitu kita gesek kartu itu, maka semua informasi penting akan tercatat oleh mesin EDC dan sebagian bahkan di print out. Seperti nama, nomor kartu dan tanggal masa berlaku (kadang kala tanggal mulai menggunakan).
Seseorang tidak perlu punya ingatan super untuk menghapal deretan kode angka yang tertera di kartu. Kalau Anda lengah cukup banyak waktu bisa digunakan pelaku untuk mencatat informasi itu (thrasing). Bahkan mereka bisa saling kerja sama misalnya berdua, satu orang sengaja mengalihkan perhatian Anda dan satunya yang membawa kartu mencatat atau bahkan menggesekkan kartu anda ke mesin skimming yang tidak terlihat
10 Malware Paling Ganas di Awal 2010
Demikian hasil riset Kaspersky Lab yang digelar untuk periode 21 Januari 2010 – 28 Januari 2010. Daftar malware ini dihitung berdasarkan jumlah serangan kepada koleksi server Kaspersky yang berjumlah lebih dari 7.000 unit.
Berikut adalah daftar 10 besarnya:
1. Net-Worm.Win32.Kido.ih 24.7525%
2. HEUR:Trojan.Win32.Generic 14.3564%
3. Packed.Win32.Krap.ag 6.4356%
4. Virus.Win32.Sality.aa 3.9604%
5. Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.wxse 2.9703%
6. Trojan.Win32.Agent.delo 2.9703%
7. Backdoor.Win32.Bifrose.cbrp 2.4752%
8. Backdoor.Win32.Hupigon.jrpd 2.4752%
9. not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz 2.4752%
10. Backdoor.Win32.IRCBot.niz 1.9802%
sumber detikInet
Spambots dan Cara Mengatasi Komentar Spam
Sebelum membahas bagaimana cara mengatasi komentar spam bots terlebih dahulu kita mengetahui apa definisi spam bots. Spambot adalah sebuah program yang dirancang untuk mengumpulkan alamat e-mail dari Internet dalam rangka membangun milis untuk mengirimkan e-mail yang tidak diinginkan, yang juga dikenal sebagai spam. Sebuah Spambot dapat mengumpulkan alamat e-mail dari situs web, newsgroup, special interest group dan percakapan melalaui chatting room. Karena alamat e-mail memiliki format yang berbeda, maka spambots dengan mudah dapat menuliskannya. Kata siape? Meneketehe..lolz
Bukan hanya aku yang merasa terganggu dengan komentar spambot tapi sahabat juga. Memblokir alamat IP spambot bukanlah cara yang efektif. Karena spambot menggunakan IP yang berbeda-beda. Spammernya suka ngenet via warnet kali ye..
Apa sih komentar spambot itu? Komentar spambot adalah sebuah komentar yang dikirimkan seseorang melalui jaringan internet dengan menggunakan aplikasi yang dapat berjalan secara otomatis. Apalikasi itu bernama bots. Apakah sama dengan Sepatu Bots? Tentu berbeda. Mungkin agak mirip-mirip dengan kegiatan saat memacu sepeda motor dijalanan yang lurus. Istilah kerennya adalah NgeBots.. lolz
Sejak ikutan kontes Mengembalikan jati diri bangsa diriku sering blogwalking keblog bule untuk mencari backlink. Mungkin dari sana juga spambot mulai mengincar blog ini. Dua ratus komentar spam perhari bukanlah kabar gembira buat aku. Memilah-milah mana yang komentar sahabat dan mana yang komentar spam adalah pekerjaan yang menguras waktu dan tenaga diperparah lagi koneksi internet dodol. Tambah runyam. Akhirnya semua komentar spam langsung saya hapus, meski ada beberapa teman yang protes, namun mau bilang apalagi. Wong saya juga capek banget menyortir komentar yang masuk. Jadi maafkan diri aku sob…
Tulisan ini panjang banged, jadi disarankan tidak membaca sampai habis karena dikhawatirkan pulsa kamu akan habis terkuras. Tulisan panjang ini dimaksudkan agar google senang mampir kemari lalu memberikan saya secangkir kopi luwak panas. lolz
Salah satu langkah paling efektif mengamankan blog kita dari ancaman spambot adalah dengan menaruh code berikut ini di file .htaccess webdirectory kamu.
Berikut adalah codenya.
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^BlackWidow [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Bot mailto:craftbot@yahoo.com [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^ChinaClaw [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Custo [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^DISCo [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Download Demon [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^eCatch [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^EirGrabber [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^EmailSiphon [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^EmailWolf [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Express WebPictures [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^ExtractorPro [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^EyeNetIE [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^FlashGet [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^GetRight [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^GetWeb! [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Go!Zilla [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Go-Ahead-Got-It [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^GrabNet [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Grafula [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^HMView [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} HTTrack [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Image Stripper [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Image Sucker [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} Indy Library [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^InterGET [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Internet Ninja [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^JetCar [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^JOC Web Spider [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^larbin [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^LeechFTP [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Mass Downloader [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^MIDown tool [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Mister PiX [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Navroad [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^NearSite [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^NetAnts [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^NetSpider [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Net Vampire [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^NetZIP [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Octopus [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Offline Explorer [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Offline Navigator [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^PageGrabber [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Papa Foto [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^pavuk [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^pcBrowser [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^RealDownload [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^ReGet [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^SiteSnagger [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^SmartDownload [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^SuperBot [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^SuperHTTP [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Surfbot [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^tAkeOut [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Teleport Pro [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^VoidEYE [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Web Image Collector [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Web Sucker [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebAuto [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebCopier [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebFetch [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebGo IS [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebLeacher [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebReaper [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebSauger [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Website eXtractor [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Website Quester [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebStripper [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebWhacker [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WebZIP [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Wget [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Widow [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^WWWOFFLE [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Xaldon WebSpider [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^Zeus
Tapi jangan tanya diriku apa arti dari code diatas. Karena aku benar-benar tidak tahu. Yang aku tahu adalah setelah mengupload file tersebut ke server, blogku aman dari gangguan spambot, jin dan syaithon. Namun perlu diingat file tersebut hanya bisa di upload bila kamu menggunakan hosting sendiri.
Dulu ketika blog edu milik diriku belum didisable, setiap hari blog tersebut diserang hampir 300 komentar spambot. Mungkin karena alasan tersebut kebanyakan blog disana dihapus oleh adminnya. Daripada menghabiskan bandwidth untuk hal yang tidak ada gunanya, spam juga dapat menjadi sampah di dalam database, mungkin begitu pikir sang admin. Apalagi artikel dalam blog edu tersebut (khusus punyaku) tidak mengandung unsur pendidikan sama sekali. Jadi wajarlah bila dihapus oleh sang mpunya.
Namun bila dengan cara diatas, ternyata blog kamu masih bisa ditembus oleh spambot, mungkin plugin khusus wp yang bernama Matriphe Keycode bisa dicoba. Plugin besutan Zamroni dkk ini sejauh ini masih bisa digunakan untuk menangkal serangan spambot. Bagaimana cara menginstall plugin ini, nantikan tutorialnya sebelum tahun 2020 hihihi
Dari tadi ngomongin komentar spambot. Apaan sih itu komentar spambots?lha khan udah diulas diatas itu. Tapi gpp untuk memperpanjangan postingan maka akan dijelaskan lagi oleh mbah maridjan. Spambots itu adalah sebuah komentar yang sering mampir diblog kamu dengan Nama, Alamat Email dan URL yang tidak jelas, berisi komentar berbau promosi dengan menaruh link di dalam kolom komentar, namun belum sempat ter publish karena sudah keburu ditangkap aksimet. Hanya pendapat pribadi, tidak merujuk pada teori tertentu. Apalagi sampai dikait-kaitkan dengan teori Darwin tentang evolusi. Tidak. Tidak ada relevansinya sama sekali.
Cara Kerja Antivirus
Sebagian besar antivirus bekerja dengan beberapa metode seperti di bawah ini:
* Pendeteksian dengan menggunakan basis data virus signature (virus signature database): Cara kerja antivirus ini merupakan pendekatan yang banyak digunakan oleh antivirus tradisional, yang mencari tanda-tanda dari keberadaan dari virus dengan menggunakan sebagian kecil dari kode virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, dan telah dikatalogisasi sesuai dengan jenisnya, ukurannya, daya hancurnya dan beberapa kategori lainnya. Cara ini terbilang cepat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi virus-virus yang telah dianalisis oleh vendor antivirus, tapi tidak dapat mendeteksi virus yang baru hingga basis data virus signature yang baru diinstalasikan ke dalam sistem. Basis data virus signature ini dapat diperoleh dari vendor antivirus dan umumnya dapat diperoleh secara gratis melalui download atau melalui berlangganan (subscription).
* Pendeteksian dengan melihat cara bagaimana virus bekerja: Cara kerja antivirus seperti ini merupakan pendekatan yang baru yang dipinjam dari teknologi yang diterapkan dalam Intrusion Detection System (IDS). Cara ini sering disebut juga sebagai Behavior-blocking detection. Cara ini menggunakan policy (kebijakan) yang harus diterapkan untuk mendeteksi keberadaan sebuah virus. Jika ada kelakuan perangkat lunak yang "tidak wajar" menurut policy yang diterapkan, seperti halnya perangkat lunak yang mencoba untuk mengakses address book untuk mengirimkan e-mail secara massal terhadap daftar e-mail yang berada di dalam address book tersebut (cara ini sering digunakan oleh virus untuk menularkan virus melalui e-mail), maka antivirus akan menghentikan proses yang dilakukan oleh perangkat lunak tersebut. Antivirus juga dapat mengisolasi kode-kode yang dicurigai sebagai virus hingga administrator menentukan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Keuntungan dari cara ini adalah antivirus dapat mendeteksi adanya virus-virus baru yang belum dikenali oleh basis data virus signature. Kekurangannya, jelas karena antivirus memantau cara kerja perangkat lunak secara keseluruhan (bukan memantau berkas), maka seringnya antivirus membuat alarm palsu atau "False Alarm" (jika konfigurasi antivirus terlalu "keras"), atau bahkan mengizinkan virus untuk berkembangbiak di dalam sistem (jika konfigurasi antivirus terlalu "lunak"), terjadi false positive. Beberapa produsen menyebut teknik ini sebagai heuristic scanning. Teknologi Heuristic Scanning ini telah berkembang begitu jauh hingga sekarang. Beberapa antivirus mengecek sebuah file dengan definisi biasa. Jika lolos dari deteksi biasa, maka file tersebut dijalankan di sebuah lingkungan virtual. Semua perubahan yang dilakukan file bersifat seperti virus, maka pengguna akan diperingatkan.
Antivirus yang menggunakan behavior-blocking detection ini masih sedikit jumlahnya, tapi di masa yang akan datang, kemungkinan besar semua antivirus akan menggunakan cara ini. Beberapa antivirus juga menggunakan dua metode di atas secara sekaligus.
* Antivirus - antivirus terbaru sekarang tidak hanya mendeteksi virus. Program antivirus sekarang juga telah diprogram untuk mendeteksi spyware, rootkits, dan malware - malware lainnya. Tidak hanya itu, antivirus sekarang dilengkapi firewall, untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah bervirus ke inbox pengguna.
* Antivirus berdasarkan jenis pengguna dapat dibagi menjadi 2, yaitu untuk Home User dan Network (Corporate User). Untuk home user, antivirus berjalan seperti biasa. Untuk versi jaringan, antivirus dapat melakukan scan di komputer - komputer client dan network drive. Selain itu, proses update komputer client dalam jaringan tidak harus langsung dari Internet. Komputer client dapat melakukan upate langsung dari server jaringan.