Upload wp-themes dengan FILEZILLA
Bagi para pengguna wordpress, mengganti themes atau template adalah hal yang sangat mudah dan sederhana, tapi kalau belum pernah mengerjakannya memang menjadi PR yang menyulitkan, apalagi bila tidak ada teman yang memberi tahu. Lebih sulit lagi bila seseorang gengsi untuk bertanya sesuatu yang memang belum diketahuinya. Memang benar kata pepatah : Malu bertanya Sesat di jalan.
Pada dasarnya ada dua cara untuk mengupload file ke server, yaitu melalui CPANEL dan FILEZILLA. Perbedaannya adalah, bila kita menggunakan Cpanel kita akan upload file satu demi satu, tentu ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Tapi bila kita menggunakan piranti FILEZILLA yang anda bisa free download di Filezilla-project.org akan lebih mudah dan cepat.
Pada kesempatan ini saya akan memberikan ilustrasi bagaimana upload file dengan menggunakan piranti Filezilla tersebut, khususnya upload wp-themes. Sehingga penampilan web kita nanti bisa dirubah dengan wp-themes yang baru. Dengan cara ini pula anda dapat upload file yang lain, misalnya plugin. Begini urutannya :
Buka filezilla, kemudian setelah mengisi bar di atas, address kita isi dengan nama domain anda misalnya : juffan.com, kemudian user kita isi dengan nama id kita dari server misal : juffan01, kemudian password kita isi sesuai dengan password kita masing-masing. Untuk kotak port bisa kita kosongkan. Kemudian tinggal tekan Quickconeck. Setelah menunggu sebentar nanti akan terbuka data di sebelah kanan, yaitu file-file yang ada di server. Lihat gambar 1 (bila ingin jelas gambar di bawah ini silahkan klik gambar ini kemudian pilih full size):
Kemudian kita click folder wp-content seperti terlihat pada gambar di atas, maka akan terbuka folder seperti gambar 2 di bawah ini :
Kemudian kita klik folder themes seperti yang ditunjukkan panah di atas. Kemudian akan terbuka folder themes seperti gambar 3 di bawah ini :
di situ sudah ada beberapa themes yang sudah ada. Kemudian langkah selanjutnya adlah kita buka file wp-themes yang ada di komputer kita, sebagai contoh saya buka fleshdisk kingstone tempat file wp-themes saya simpan, seperti pada gambar di atas. Setelah kita klik keluarlah folder dimana file wp-themes kita simpan seperti gambar 4 di bawah ini,
Kemudian setelah kita dapatkan file wp-themes itu, kita tinggal klik kanan pada file itu dan pilih UPLOAD. Setelah proses transfer file berjalan, maka wp-themes itu sudah berpindah ke server kita. Mudah kan ? Silahkan mencoba.
Cara Upload File ke Web Hosting
1. Siapkan seluruh file yang akan di upload, dan kemudian kita kompres dulu, INGAT!, JANGAN DI KOMPRES DENGAN EKSTENSI SELAIN .ZIP, alasan nya, karena setiap Cpanel webhosting hanya mendukung extract file dengan ekstensi .ZIP, selain dari itu (rar, gz.zip, 7zip dll) tidak akan bisa di extract.
2. Lalu upload lah file yang sudah di extract tadi di public.htm yang ada pada file manager, bila kita mau upload di subdomain tinggal pilih saja subdomain nya, lalu upload seperti biasa.
3. lalu file yang sudah di upload dan dalam keadaan di kompres bisa di extract dulu.
4. Dan untuk menginstal script nya tinggal lihat file “readme.txt” nanti di situ akan ada URL untuk melakukan instalasi nya.
Tutorial ini hanya sampai pada tahap pengupload-an, dan untuk instalasi nya mungkin akan di bahas di artikel yang lain.
NOTE: ada cara lain dalam melakukan proses pengupload-an, yaitu dengan menggunakan ftp, namun ftp ini tidak mutlak di butuhkan, mungkin cara ini (ftp) dilakukan ketika kita upload file web kita pada hosting gratisan seperti 000webhost.com.
Semoga membantu.
Cara Mengatasi Virus Macro
Virus makro sama halnya dengan virus yang ada dalam tubuh manusia, seperti virus TBC. Virus ini meyebar melalui udara dan ketika berada dalam tubuh, maka tubuh akan terganggu fungsinya seperti flu, demam, dan batuk. Begitu juga virus makro.
Jika sebuah komputer terjangkit virus makro, maka sebagian fungsi komputer terhambat (hang) dan timbul kata-kata aneh yang tidak biasa ditampilkan oleh komputer. Jika ditelusuri, bagian virus makro berada pada dokumen (file) dan sebagian lagi berada pada system komputer (software). Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah virus macro tidak hanya bergantung pada program anti virus saja. Namun, juga perlu mengetahui apa dan bagaimana cara kerja virus makro tersebut. Telah dipahami bahwa sebagian tubuh virus makro berada pada dokumen dan sebagian lagi berada pada system komputer (software). Untuk itu, langkah pertama yang harus dicoba adalah menghilangkan virus makro yang ada pada system terlebih dahulu. Sebab, virus makro harus dibersihkan dari system komputer. Biasanya sebagian tubuh virus makro yang berada pada system terletak pada file default system yaitu NORMAL.DOT (global template) dan sebagian lagi menggunakan nama file samaran lainnya seperti MANN.DOT, USER.DOT, SNRML.DOT, ETHAN.DOT dan lainnya yang berhubungan dengan nama virus tersebut. File-file ini harus dihilangkan atau dihapus.
Untuk menghilangkan file tersebut ikuti langkah berikut ini.
Anda harus menutup Ms Word atau Ms Excel terlebih dahulu, selanjutnya jika sedang aktif. Ikuti langkah berikut: Start – Find – Files or Folders – ketik pada kolom Named “*.dot” (tanpa tanda petik) – Klik Find Now – hapus File NORMAL.DOT, MANN.DOT atau SNRML.DOT atau ETHAN.DOT dan file-file mencurigakan lainnya. Kemudian buka Ms Word anda kemudian tekan ALT dan F11 secara bersamaan. Jika terbuka aplikasi Microsoft Visual Basic maka system anda sudah bersih dari virus makro. Langkah selanjutnya anda harus memlindungi system dari virus makro yaitu dengan cara: pada aplikasi Microsoft Visual Basic klik Normal (biasanya pada kolom Project disebelah kiri) – klik Tools (pada menu) – Normal Properties. Setelah timbul kotak dialog Tools – Normal Properti klik Protection (sebelah tab general) – Klik check box Lock Project For Viewing – isi Password yang ada kehendaki (berada di bawah 2 kotak ) pada kotak pertama dan kedua diisikan password yang sama (diisi sesuai kehendak anda) – setelah selesai tekan CTRL S bersamaan – tutup applikasi Microsoft Visual Basic – dan tutup aplikasi Ms Word – kemudian buka kembali Ms Word anda dan system anda terproteksi dari virus makro. Namun cara diatas belum selesai karena baru sebagian tubuh virus makro hilang. Bagian yang lainnya berada pada dokumen dan ini juga harus dihilangkan. Untuk cara menghilangkan tubuh virus dalam Dokumen nantikan pada tulisan yang lain.
Apakah XML Itu ?
XML kependekan dari eXtensible Markup Language, dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan pengakuan dari W3C pada bulan Februari 1998. Teknologi yang digunakan pada XML sebenarnya bukan teknologi baru, tapi merupakan turunan dari SGML yang telah dikembangkan pada awal 80-an dan telah banyak digunakan pada dokumentasi teknis proyek-proyek berskala besar. Ketika HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling penting pada SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan markup language yang tidak kalah hebatnya dengan SGML.
Seperti halnya HTML, XML juga menggunakan elemen yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan ‘<’ dan diakhiri dengan ‘>’), tag penutup(diawali dengan ‘’) dan atribut elemen(parameter yang dinyatakan dalam tag pembuka misal
Upload Website
Pendaftaran ke Web Hosting.
Sebelum anda mempublikasikan Website Bisnis anda maka anda perlu mempunyai sebuah Account untuk meng-upload file-file anda nantinya.
Perhatian untuk anda !
Sebisa mungkin jangan menggunakan Web Hosting Gratis, karena Website Bisnis anda akan terlihat “tidak professional” dan main-main.
Teliti dengan baik dan seksama sebelum memilih Web Hosting anda, jangan hanya terpikat dengan harga dan fasilitas yang diberikan tanpa melihat terlebih dahulu kredibilitas dari Web Hosting tersebut. Coba bayangkan bila Website Bisnis anda sudah berjalan dengan baik dan dengan tiba-tiba Web Hosting yang anda gunakan mengalami masalah, misalnya bila anda mengalami problem Web Hosting tersebut tidak mempunyai dukungan teknikal yang memadai, atau lebih parah lagi Web Hosting tersebut menghilang tanpa alasan yang jelas karena anda sebelumnya tidak mengetahui kredibilitasnya.
Caranya:
Untuk ini kita coba salah satu layanan Web Hosting di Indonesia yang juga saya gunakan saat ini yaitu XXXX.co.id (Penjelasan ini hanya bersifat ilustrasi belaka dan bukan bertujuan untuk promosi. Anda bisa gunakan Web Hosting sesuai selera dan pilihan anda berdasarkan kelebihan dari masing-masing Web Hosting tersebut).
1. Masuk pada halaman pertama, klik server Indonesia atau US, masuk pada Halaman Utama, kemudian Klik pada Layanan dan Harga. Disini anda bisa melihat perbandingan harga dan fasilitas layanan yang akan bisa disesuaikan dengan model Website Bisnis anda nantinya. Ada tiga paket utama disini yaitu Paket Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif.
2. Baca dan lihat dengan teliti setiap paket yang anda perlukan, berapa kapasitasnya ? jangan terlalu kecil atau sebaliknya, sesuaikan dengan keperluan. Apakah anda perlu memakai server dalam negeri atau server luar negeri bila calon customer atau pangsa pasar anda nantinya adalah luar negeri (hal ini untuk mempercepat akses pengunjung ke Website Bisnis anda), fasilitas upgrade kapasitas dan lain-lain.
3. Setelah anda mempunyai pilihan paket yang anda tentukan kemudian tuju ke Form Pendaftaran. Disini anda bisa tentukan pilihan untuk membeli Domain saja, Hosting saja atau Domain dan Hosting. Saya asumsikan anda membeli Domain dan Hosting, sesuai dengan paket hosting yang telah anda tentukan sebelumnya.
4. Bila anda melakukan pembelian Domain dan Hosting anda tidak perlu melakukan transfer Domain. Selain itu bila anda langsung melakukan pembelian Domain dan Hosting di satu Web Hosting anda akan mendapatkan fasilitas tambahan atau harga discount.
5. Klik pada Beli Hosting dan Domain. Kemudian cek terlebih dahulu nama Domain anda apakah bisa dipergunakan atau sudah ada yang mempergunakan. Isi Form selengkapnya kemudian Klik Daftar.
6. Selanjutnya anda akan mendapatkan kiriman invoice dengan jumlah tertentu yang harus anda bayarkan ke rekening Web Hosting tersebut.
7. Konfirmasikan pembayaran yang telah anda lakukan ke bagian administrasi (Billing XXX).
8. Setelah itu anda akan mendapatkan Aktivasi Account anda. Berupa User, Password dan Ip Address ke alamat email anda.
9. Website anda sudah bisa untuk di Upload.
Upload dan Setting.
Untuk Cara Upload dan Setting:
Anda bisa mengikuti petunjuk upload atau panduan penggunaan dan setting Control Panel yang disediakan dari tiap-tiap Web Hosting. Karena tiap Web Hosting mempunyai tata cara yang berbeda dalam menyediakan petunjuk dan support teknikal yang diberikan.
Secara garis besar bisa dijelaskan sebagai berikut:
Kita asumsikan Website Bisnis anda telah selesai dan siap untuk di Upload (sudah ditest di server local).
Untuk itu kita gunakan satu software yang bernama WS FTP Pro atau WS FTP LE, bila anda belum mempunyainya bisa anda dapatkan pada www.download.com secara gratis.
Untuk mempermudah pencarian bila anda sudah membuka Website tersebut klik pada Search dengan mengetikkan WSFTP.
Klik Download untuk mengambil Software FTP tersebut.
Bila telah selesai kemudian lakukan koneksi ke Web Server anda.
Beberapa penjelasan singkat pada Software FTP:
1. Hostname: Isi dengan nama domain anda.
2. User ID: User ID untuk masuk pada Account Hosting anda.
3. Password: Sama seperti diatas, ini adalah Password untuk Account Hosting anda.
4. Account: Tidak perlu diisi.
Selanjutnya Klik pada Save Password dan kemudian Klik Connect. Berikutnya Software FTP in akan mengakses Account Hosting yang telah anda masukkan secara otomatis.
Terlihat bahwa Software terbagi menjadi dua bagian, satu data file yang ada di computer local anda dan yang satu yang berada pada Account Web Hosting Anda. Ikuti petunjuk dari Web Hosting anda untuk tempat penyimpanan file. Biasanya pada Public_Ftp. Untuk memindah file cukup klik pada tanda panah.
Untuk Databasenya masuk pada Control Panel Web Hosting dan pilih pada PHPMy Admin.
Jangan lupa setelah semua hal diatas selesai anda kerjakan, lakukan kembali test pada Website Bisnis anda. Yaitu test otomatisasi seperti yang telah saya jelaskan di depan terdahulu yang meliputi test hyperlink, test pengaktifan member anda, test pendaftaran, test autoresponder, test blokir member dan yang lainnya.
Pastikan semua yang anda test akan berjalan dengan baik dan normal, jangan sampai ada yang terhambat atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dan selalu ingat, Website Bisnis anda nantinya akan dikunjungi oleh orang-orang yang selanjutnya akan menjadi customer anda, jadi jangan ada pada benak mereka berpikir bahwa Website Bisnis anda terlihat main-main dan tidak professional, yang selanjutnya membuat mereka akan meninggalkan Website Bisnis anda dan pada akhirnya tidak melakukan pembelian pada produk yang anda tawarkan.
Setelah masuk pada Control Panel selain upload diatas dan setting Database beberapa hal yang bisa anda lakukan adalah setting pada:
1. Program Path Location
2. Ganti Password
3. Ganti Profile
4. Preference
5. DNS Manager
6. Email Manager
7. Sub Domain Manager
8. File Manager
9. Dll.
Membuat Website Dengan Macromedia Dreamweaver
Kita ambil contoh disini menggunakan Dreamweaver 8 (pada dasarnya Dreamweaver 8 dan MX 2004 adalah sama).
Jangan lupa anda sudah meng-install program Dreamweaver 8 pada computer anda.
Setelah terinstall buka Dreamweaver 8 kemudian pada halaman tengah akan muncul gambar yang bertuliskan Dreamweaver 8. Pilih pada Create New dan klik pada menu HTML. Selanjutnya akan muncul jendela baru yang kosong.
Jendela Pada Dreamweaver 8.
Sebelumnya kita coba lihat jendela kerja Dreamweaver 8 yang terdiri dari:
1. Insert Bar
Adalah kumpulan beberapa menu yang digunakan untuk memasukkan obyek atau fungsi yang lain. Misalnya: Image, Table dll
Menu Drop Down yang terdiri dari: Common, Layout, Forms, Text, HTML, Application dan Flash Elements.
2. Document Toolbar
Ini digunakan untuk penempatan file-file yang dibuka dan menampilkan namanya.
Ada tiga buah tampilan disini:
• Code: Untuk mengedit listing dari program.
• Split: Menampilkan Tab dari Code View dan Design View secara bareng.
• Design: Untuk menempatkan obyek ke dalam jendela dokumen.
3. Document Window
Tempat untuk menampilkan Obyek dan Code Program dari Tab Code, Split dan Design.
4. Panel Group
Untuk mengatur halaman web yang telah dibuat.
5. Property Inspector
Untuk mengubah Property dari sebuah Obyek.
Memulai Membuat Site Dreamweaver 8.
1. Klik kanan pada Windows Start kemudian klik Explore.
2. Buat folder baru, misalnya dengan nama folder 1. Simpan pada drive C.
Pembuatan folder ini perlu anda lakukan terlebih dahulu untuk memudahkan penyimpanan.
3. Kemudian tutup kembali Explore.
4. Buka program Dreamweaver yang telah anda install.
5. Pada gambar Dreamweaver 8 lihat pada Create New, kemudian klik di Dreamweaver Site.
Kemudian jendela Site Definition akan nampak.
6. Terdapat sebuah pertanyaan “What would you like to name your site”.
Masukkan nama site anda, misalkan “Siteku”. Klik Next.
7. Kemudian ada pertanyaan”do you want to work with Server Technology such as ColdFusion, ASP, nET, ASP, JSP, or PHP?”. Pilih jawaban pada “No Idont want to use a server technology”. Klik Next.
8. Pertanyaan “How do you want to work with files during development ?”. Pilih “Edit local copies on my machine, then upload to server when ready (recommended).
9. Pertanyaan pada jendela selanjutnya”where on your computer do you want to store files”. Isi dengan nama folder yang telah anda buat sebelumnya. Klik Next.
10. Pertanyaan selanjutnya pilih “None”. Klik Next.
11. Terakhir klik Done.